{"id":10961,"date":"2023-11-03T20:31:57","date_gmt":"2023-11-03T13:31:57","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=10961"},"modified":"2024-09-17T13:59:46","modified_gmt":"2024-09-17T06:59:46","slug":"vania-on-lima-street-dari-ide-sederhana-hingga-trauma-masa-lalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/article\/vania-on-lima-street-dari-ide-sederhana-hingga-trauma-masa-lalu\/%20","title":{"rendered":"Vania On Lima Street, dari Ide Sederhana Hingga Trauma 1998"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10962 lazyload\" data-src=\"https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-scaled.jpg\" alt=\"Vania On Lima Street\" width=\"2560\" height=\"1707\" data-srcset=\"https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-scaled.jpg 2560w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-300x200.jpg 300w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-768x512.jpg 768w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Vania-On-Lima-Street-2048x1365.jpg 2048w\" data-sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 2560px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 2560\/1707;\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vania On Lima Street<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada Global Short Competition 2 di Jakarta Film Week 2023. Bercerita tentang seorang anak bernama Vania yang menyelamatkan seorang pencuri dari kejaran massa. Vania membiarkan pencuri tersebut bersembunyi di toko milik neneknya, dan ia juga menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh si pencuri.<\/span><\/p>\n<h2>Tentang film <i>Vania On Lima Street <\/i><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vania On Lima Street <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan film yang diproduksi oleh Limaenam Films serta mendapat dukungan dana produksi dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional subsektor film dari Kementerian Keuangan serta <a href=\"https:\/\/kemenparekraf.go.id\/\">Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia<\/a>. Film ini mengambil latar tahun 2022 dengan proses syuting di Yogyakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini merupakan Film Pendek Terbaik yang mendapat penghargaan Silver Screen Awards pada Singapore International Film Festival tahun 2022. Film ini juga ditayangkan di Busan International Film Festival tahun 2023. Film yang disutradarai oleh Bayu Prihantoro Filemon memiliki daya tarik terutama pada\u00a0 penguatan karakter utama, Vania, yang diperankan oleh Alexa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang cerita Vania menunjukkan bagaimana dia sebagai seorang anak kecil memiliki karakter yang halus sekaligus kuat. Bayu selaku sutradara sendiri mengatakan bahwa casting director film ini langsung merasa cocok ketika Alexa menjalani casting untuk karakter Vania. Sehingga mendukung penyampaian cerita dan bagian pentingnya mengenai sejarah kelam negara di tahun 1998.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Isu di balik film karya Bayu Prihantoro Filemon<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sesi tanya jawab, salah satu penonton menanyakan tentang isu yang diangkat dalam <a href=\"https:\/\/jakartafilmweek.com\/film\/vania-on-lima-street\">film ini.<\/a> Tragedi 1998 yang sangat membekas bagi banyak orang. Bayu Prihantoro merespon langsung pertanyaan tersebut dan menyatakan bahwa ia sebenarnya bukan sutradara berbasis isu. Pemilihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">background<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cerita lebih didasarkan pada trauma yang masih tersisa dari apa yang terjadi pada tragedi 1998.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya cerita Vania tidak ada kaitanya dengan tragedi 1998. Bayu menyampaikan, \u201cInspirasi didapatkan dari sebuah peristiwa sederhana, di mana seorang teman meminta saya mematikan lampu di lantai bawah rumahnya. Kalimat itu kemudian terngiang-ngiang di kepala saya dan saya pikir itu bagus untuk dijadikan film. Hingga di tahun 2021 ada program pemulihan ekonomi nasional dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi Kreatif, disitulah saya coba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apply <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ide cerita).\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vania On Lima Street<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Global Short Competition 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satu film yang menjadi pembicaraan di berbagai festival maupun di media sosial. Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vania On Lima Street<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada beberapa film pendek lainnya pada kompilasi ini diantaranya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bergie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Further and Further Away<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Day That Year<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">File<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sri Kisarah Husna | Nanda Hadiyanti<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vania On Lima Street pada Global Short Competition 2 di Jakarta Film Week 2023. Bercerita tentang seorang anak bernama Vania yang menyelamatkan seorang pencuri dari kejaran massa. Vania membiarkan pencuri tersebut bersembunyi di toko milik neneknya, dan ia juga menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh si pencuri. Tentang film Vania On Lima Street Vania On [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":10962,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[116,109,47],"class_list":["post-10961","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-film-pendek","tag-jakarta-film-week-2023","tag-jakarta-film-week"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10961"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12465,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10961\/revisions\/12465"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}