{"id":10946,"date":"2023-11-03T11:49:24","date_gmt":"2023-11-03T04:49:24","guid":{"rendered":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/?p=10946"},"modified":"2024-09-17T09:51:52","modified_gmt":"2024-09-17T02:51:52","slug":"xr-extended-reality-dan-pemanfaatan-teknologi-pada-industri-perfilman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/article\/xr-extended-reality-dan-pemanfaatan-teknologi-pada-industri-perfilman\/%20","title":{"rendered":"XR (Extended Reality) dan Pemanfaatan Teknologi pada Industri Perfilman"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10947 lazyload\" data-src=\"https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-scaled.jpg\" alt=\"XR (Extended Reality)\" width=\"2560\" height=\"1443\" data-srcset=\"https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-scaled.jpg 2560w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-300x169.jpg 300w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-768x433.jpg 768w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-1536x866.jpg 1536w, https:\/\/jakartafilmweek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/XR-Extended-Reality-2048x1154.jpg 2048w\" data-sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 2560px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 2560\/1443;\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">XR (<i>Extended Reality<\/i>) hal yang tengah menarik banyak perhatian di dunia film. Pada hari kedua Jakarta Film Week 2023, <a href=\"https:\/\/jakartafilmweek.com\/event\/exploring-new-realities-harnessing-immersive-technology-in-indonesian-cinema\">Program Talks<\/a> menghadirkan Upie Guava dan Andhy Pulung sebagai pembicara yang membahas mengenai<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2018Exploring New Realities: Harnessing Immersive Technology in Indonesia Cinema&#8217;, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang t<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">opik diskusinya berfokus pada perkembangan teknologi pada industri perfilman yaitu XR (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Extended Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang dijelaskan oleh Upie Guava. Ia merupakan seorang sutradara serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">f<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ounder dari <a href=\"https:\/\/www.dossguavaxr.com\/\">Doss Guava XR Studio<\/a> dan telah memiliki\u00a0 pengalaman dalam bidang XR.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Mengenal XR (<i>Extended Reality<\/i>)<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">XR merupakan suatu teknologi baru bagi dunia perfilman yang menghadirkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">practical shooting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital background<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Teknologi XR mencakup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Virtual Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (VR), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Augmented Reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (AR), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mixed Reality <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(MR). <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Upie Guava mengungkapkan bahwa teknologi XR dapat menjadi suatu alternatif bagi industri perfilman dalam mewujudkan gagasan \u201cliar\u201d seorang filmmaker. \u201cDengan menggunakan XR, filmmaker bisa membuat sebuah cerita yang tidak mungkin terjadi menjadi sebuah kenyataan.\u201d ungkap Upie<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teknologi XR menggabungkan elemen-elemen dunia nyata dan dunia maya untuk menciptakan pengalaman yang lebih immersif dan interaktif bagi pengguna. Selama diskusi berlangsung, Upie menjelaskan segala teknis dalam penggunaan teknologi XR dalam proses perfilman. Hal ini menjadi sebuah pengetahuan baru bagi seluruh audiens yang tertarik dengan penggabungan teknologi pada perfilman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Memanfaatkan teknologi seiring dengan perkembangannya<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan XR telah familiar untuk industri perfilman Hollywood dan saat ini perkembangannya telah mencapai Indonesia.Sehingga teknologi ini dapat menambah warna baru bagi industri perfilman Indonesia. Upie juga menambahkan bahwa teknologi ini dapat meminimalisir pengeluaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">budget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan bahkan kebutuhan SDM<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cTeknologi ini dapat menjadi opsi alternatif bagi para filmmaker untuk meminimalisir<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> budget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena kita tidak perlu menyewa tempat selama proses shooting, kita hanya membutuhkan keterampilan dalam mengatur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lighting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan teknis lainnya\u201d tambah Upie<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dengan para audiens. Seluruh audiens sangat antusias untuk bertanya kepada pembicara, salah satu audiens bertanya terkait bagaimana dalam menyikapi perkembangan teknologi pada industri perfilman, karena dikhawatirkan dapat menghilangkan esensi sebuah film. Upie menanggapi bahwa dalam menghadapinya dengan cara menjadikan teknologi sebagai teman atau pendamping untuk perfilman dan jadikan teknologi sebagai alat dalam menciptakan sebuah karya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">out of the box<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi para filmmaker.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\"> Asia Khairunnisa Luthan | Nanda Hadiyanti<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>XR (Extended Reality) hal yang tengah menarik banyak perhatian di dunia film. Pada hari kedua Jakarta Film Week 2023, Program Talks menghadirkan Upie Guava dan Andhy Pulung sebagai pembicara yang membahas mengenai \u2018Exploring New Realities: Harnessing Immersive Technology in Indonesia Cinema&#8217;, yang topik diskusinya berfokus pada perkembangan teknologi pada industri perfilman yaitu XR (Extended Reality) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":10947,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[56,109,47,121],"class_list":["post-10946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-community-talks","tag-jakarta-film-week-2023","tag-jakarta-film-week","tag-xr-extended-reality"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10946"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10948,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10946\/revisions\/10948"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakartafilmweek.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}